mc guyon maton campur sari

 

1. Pembukaan (Opening)
MC:
"Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Selamat malam warga RT 03 RW 04 semuanya! Selamat datang di Panggung Gembira Campursari dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81!
Malam hari ini kita berkumpul bersama, guyub rukun, melupakan sejenak cicilan dan jemuran, demi merayakan kemerdekaan bangsa kita tercinta! Dan yang paling spesial, malam ini kita akan digoyang oleh alunan musik campursari asli dari talenta-talenta lokal terbaik kampung kita sendiri!"

2. Mengundang Penyanyi 1: Dadang (Driver Handal)
MC:
"Bapak Ibu sekalian, tidak usah nunggu lama-lama, mari kita sambut penyanyi pertama kita. Beliau ini pahlawan jalanan, pemegang rekor rute terjauh tanpa kesasar. Kalau bawa mobil, tikungan tajam langsung dilibas. Kalau bawa lagu, hati kita yang ambyar!
Ini dia, driver handal kebanggaan kita semua... Mas Dadang! Monggo Mas Dadang, digoyang panggungnya dengan lagu pertama!"
(Mas Dadang bernyanyi - Lagu 1)

3. Mengundang Penyanyi 2: Suyanto (Juragan Madu)
MC:
"Wah, luar biasa sekali Mas Dadang! Tarikannya tadi sekencang mobil di jalan tol! Terima kasih, Mas Dadang.
Nah, penonton semua, supaya malam hari ini suasananya makin manis, kita panggil penyanyi kedua kita. Beliau ini usahanya bikin sehat, produknya selalu bikin nempel kayak perangko. Siapa lagi kalau bukan sang penguasa nektar, juragan madu murni kita... Pak Suyanto!
Pak Yanto, monggo pinarak munggah panggung. Tolong maniskan malam kemerdekaan ini dengan suara emasmu!"
(Pak Suyanto bernyanyi - Lagu 2)

4. Mengundang Penyanyi 3: Teguh (Juragan Kos-Kosan)
MC:
"Matur nuwun Pak Suyanto! Suaranya asli manis, tanpa pemanis buatan!
Sekarang, kita panggil penyanyi ketiga. Wah, kalau yang ini sangat disegani, terutama sama anak-anak kuliahan dan karyawan tiap tanggal satu. Dompetnya tebal, kuncinya berisik karena isinya kunci kamar kos semua! Kita panggil, juragan kos-kosan elit... Pak Teguh!
Ayo Pak Teguh, tagihan kosnya libur dulu malam ini, sekarang waktunya menghibur warga!"
(Pak Teguh bernyanyi - Lagu 3)

5. Sesi Duet / Kolaborasi Semua Penyanyi (Puncak Acara)
MC:
"Luar biasa! Ternyata warga kampung kita bakatnya terpendam semua ya, untung malam ini dikeluarkan!
Sekarang, sebagai puncak acara campursari malam ini, mari kita satukan tiga kekuatan besar kampung kita! Driver handal, juragan madu, dan juragan kos-kosan dalam satu panggung! Mas Dadang, Pak Suyanto, Pak Teguh, monggo mriki bareng-bareng! Kita goyang bareng dengan lagu penutup!"
(Kolaborasi menyanyikan lagu rancak, misal: Pamer Bojo / Perahu Layar)

6. Penutup (Closing)
MC:
"Matur nuwun sanget Mas Dadang, Pak Suyanto, dan Pak Teguh! Beri tepuk tangan yang meriah untuk artis-artis lokal kita warga sekalian!
Alhamdulillah, rangkaian acara peringatan 17 Agustus telah selesai dengan meriah dan penuh tawa. Semoga kebersamaan dan kekompakan warga kita tetap terjaga sampai anak cucu nanti. Saya selaku MC mohon pamit undur diri. Merdeka! Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."

Jika Anda ingin menyesuaikan susunan acaranya, beri tahu saya:
  • Apakah perlu ditambahkan sambutan ketua panitia di awal?
  • Apa judul lagu spesifik yang ingin mereka nyanyikan?
  • Apakah ada pembagian hadiah lomba di sela-sela penampilan?
Mari ketahui detail di atas agar saya bisa menyempurnakan teks MC ini untuk Anda.
buatkan mc malam tirakjatan tujuh belas agustus bagi warga rt 7 rw 4 tohudan wetan , dengan acara orgen tunggal campur sari cs irama nada dari solo, dengan penyanyi ervina yang putih, enjel yang semampai dan bintang tamu dari warga lokal pak teguh juragan kos, pak yanto juragan madu, pak dadang driver handal, pak eko juragan kain, pak iwan juragan cuci motor, pak andreas pemborong proyek,
Berikut adalah draf susunan acara dan teks MC untuk Malam Tirakatan 17 Agustus di RT 07 RW 04 Tohudan Wetan. Gaya bahasa dikemas formal di awal (untuk kekhusukan tirakatan) lalu berubah menjadi santai, segar, dan penuh candaan khas warga saat hiburan dimulai.

SUSUNAN ACARA
  1. Pembukaan
  2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
  3. Sambutan-Sambutan (Ketua Panitia & Ketua RT 07)
  4. Acara Inti Tirakatan (Renungan Kemerdekaan & Doa Bersama)
  5. Potong Tumpeng
  6. Hiburan Orgen Tunggal Campursari "CS Irama Nada" (Sesi Penyanyi Utama & Sesi Bintang Tamu Lokal)
  7. Penutup

DRAF TEKS MC
1. PEMBUKAAN & ACARA INTI (FORMAL)
MC:
"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Bapak Ketua RT 07 RW 04 Tohudan Wetan, yang kami hormati seluruh sesepuh, pinisepuh, serta warga RT 07 yang berbahagia.
Alhamdulillah, malam hari ini kita bisa berkumpul di Malam Tirakatan HUT RI ke-81 dalam keadaan sehat walafiat. Untuk mengawali acara, marilah kita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Warga dimohon berdiri."
(Indonesia Raya dinyanyikan)
"Terima kasih, warga dipersilakan duduk kembali. Memasuki acara selanjutnya adalah sambutan dari Ketua Panitia, dilanjutkan sambutan Bapak Ketua RT 07. Kepada yang bertugas, kami persilakan."
(Sambutan-sambutan selesai)
"Bapak Ibu sekalian, kini tibalah kita di acara inti tirakatan, yaitu Renungan Suci dan Doa Bersama untuk para pahlawan bangsa, dilanjutkan dengan Prosesi Potong Tumpeng sebagai wujud syukur warga RT 07. Kepada Bapak RT dan sesepuh, kami persilakan memimpin."
(Doa dan potong tumpeng selesai)

2. MEMASUKI SESI HIBURAN (SANTAI & MERIAH)
MC:
"Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan adek-adek RT 07 Tohudan Wetan... Acara tirakatan dan potong tumpeng sudah terlaksana dengan khidmat. Sekarang, saatnya kita masuk ke sesi yang paling ditunggu-tunggu... Panggung Gembira Campursari!
Malam ini, telinga kita akan dimanjakan oleh alunan musik syahdu dari Orgen Tunggal Campursari 'CS Irama Nada' asli dari Solo! Bersama dua biduan cantik yang siap menggoyang Tohudan Wetan!
Mari kita panggil penyanyi pertama kita... ini dia yang kulitnya glowing, senyumnya bikin adem, Mbak Ervina yang Putih! Dan juga didampingi oleh rekan duetnya yang tingginya semampai, bodinya aduhai, Mbak Enjel yang Semampai! Plok-plok tepuk tangannya mana warga RT 07!"
(Mbak Ervina & Mbak Enjel menyanyikan 1-2 lagu pembuka)

3. SESI BINTANG TAMU LOKAL (PARADE JURAGAN RT 07)
MC:
"Wah, luar biasa sekali Mbak Ervina dan Mbak Enjel! Sukses bikin bapak-bapak di depan ini kedipnya telat!
Tapi tunggu dulu, Mbak Ervina, Mbak Enjel... malam ini panggung kalian akan diserbu oleh talenta-talenta lokal RT 07. Isinya para konglomerat dan juragan Tohudan Wetan semua!
Kita panggil bintang tamu lokal kita yang pertama. Beliau ini pemegang takhta tertinggi tiap tanggal satu, yang kuncinya se-ember karena kamarnya banyak. Ini dia, juragan kos-kosan elit kita... Pak Teguh! Monggo Pak Teguh, tagihan kos libur dulu, ayo duet bareng Mbak Ervina!"
(Pak Teguh bernyanyi)
MC:
"Matur nuwun Pak Teguh! Suaranya mantap, semantep setoran kos-kosan!
Selanjutnya, kita panggil penyanyi yang hidupnya paling manis di RT 07. Produknya murni tanpa pemanis buatan. Kita sambut sang master nektar, juragan madu kita... Pak Yanto! Ayo Pak Yanto, maniskan panggung ini bareng Mbak Enjel!"
(Pak Yanto bernyanyi)
MC:
"Luar biasa Pak Yanto! Madunya asli, suaranya ya asli bikin nagih!
Nah, setelah yang manis-manis, kita panggil pahlawan aspal kita. Pemegang rekor rute terjauh tanpa kesasar, kalau bawa mobil jalannya mulus, kalau bawa lagu bikin hati warga ikutan goyang. Ini dia sang driver handal kita... Pak Dadang! Monggo Pak Dadang, gas pol panggungnya!"
(Pak Dadang bernyanyi)
MC:
"Tarikannya kencang sekali Pak Dadang, kayak gak punya cicilan! Matur nuwun Pak Dadang.
Sekarang kita geser ke juragan fashion kita. Beliau ini yang paling paham masalah serat, corak, dan bahan pakaian sewarga RT 07. Kita panggil penguasa tekstil Tohudan Wetan, juragan kain kita... Pak Eko! Monggo Pak Eko, digoyang panggungnya!"
(Pak Eko bernyanyi)
MC:
"Wah, Pak Eko penampilannya necis sekali malam ini, maklum juragan kain! Terima kasih Pak Eko.
Selanjutnya, panggung kita panggil tokoh yang paling berjasa bikin motor warga glowing kinclong berkilau. Biar motornya bersih, dompetnya bersih, hatinya juga bersih. Kita sambut juragan cuci motor kita... Pak Iwan! Monggo Pak Iwan, semprot panggung ini dengan suara emasmu!"
(Pak Iwan bernyanyi)
MC:
"Matur nuwun Pak Iwan! Suaranya resik tanpa noda!
Nah, yang terakhir ini tidak kalah berat. Beliau ini pahlawan pembangunan, yang megang semen, bata, baja, dan tender-tender besar sewarga RT 07. Kita panggil sang pemborong proyek kita... Pak Andreas! Monggo Pak Andreas, bangun kemeriahan malam ini sampai puncaknya!"
(Pak Andreas bernyanyi)

4. KOLABORASI PUNCAK & PENUTUP
MC:
"Luar biasa! Beri tepuk tangan yang paling meriah untuk seluruh juragan RT 07 Tohudan Wetan! Pak Teguh, Pak Yanto, Pak Dadang, Pak Eko, Pak Iwan, dan Pak Andreas! Ternyata selain jago cari duit, bapak-bapak ini jago cari perhatian di panggung ya!
Sebagai penutup sesi campursari malam ini, mari semua bintang tamu lokal kita naik lagi ke panggung, kita duet massal bareng Mbak Ervina, Mbak Enjel, dan CS Irama Nada Solo untuk lagu penutup malam tirakatan kita!"
(Lagu penutup bersama, misal: Pamer Bojo / Perahu Layar)
MC:
"Alhamdulillah, serangkaian acara Malam Tirakatan RT 07 RW 04 Tohudan Wetan telah usai dengan penuh guyub dan meriah. Semoga kekompakan dan kerukunan warga kita tetap terjaga selamanya.
Saya selaku MC mohon maaf jika ada salah kata. Selamat beristirahat, Merdeka! Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."



SESI BINTANG TAMU LOKAL (PANGGUNG JURAGAN & TOKOH RT 07)
MC:
"Wah, luar biasa sekali Mbak Ervina dan Mbak Enjel! Sukses bikin bapak-bapak di depan ini kedipnya telat!
Tapi tunggu dulu, Mbak Ervina, Mbak Enjel... malam ini panggung kalian akan diserbu oleh talenta-talenta lokal RT 07 Tohudan Wetan. Isinya para konglomerat, juragan, dan tokoh-tokoh penting kampung kita semua!
Kita panggil bintang tamu lokal kita yang pertama. Beliau ini pemegang takhta tertinggi tiap tanggal satu, yang kuncinya se-ember karena kamarnya banyak. Ini dia, juragan kos-kosan elit kita... Pak Teguh! Monggo Pak Teguh, tagihan kos libur dulu, ayo duet bareng Mbak Ervina!"
(Pak Teguh bernyanyi)
MC:
"Matur nuwun Pak Teguh! Suaranya mantap, semantep setoran kos-kosan!
Selanjutnya, kita panggil penyanyi yang hidupnya paling manis di RT 07. Produknya murni tanpa pemanis buatan. Kita sambut sang master nektar, juragan madu kita... Pak Yanto! Ayo Pak Yanto, maniskan panggung ini bareng Mbak Enjel!"
(Pak Yanto bernyanyi)
MC:
"Luar biasa Pak Yanto! Madunya asli, suaranya ya asli bikin nagih!
Nah, kalau tadi suaminya sudah maju, sekarang giliran sang menteri keuangan rumah tangga yang ambil alih panggung. Kita panggil, pendamping setia juragan madu kita... Bu Yanto! Wah, mari kita lihat apakah suaranya kalah manis atau malah lebih bikin nempel!"
(Bu Yanto bernyanyi)
MC:
"Wah-wah, pancen kompak banget pasangan juragan madu kita ini! Matur nuwun Bu Yanto.
Bapak Ibu sekalian, sekarang kita panggil pahlawan kesehatan keluarga kita. Beliau ini kalau di rumah paling manut, soalnya kalau macam-macam bisa langsung disuntik sama istrinya yang perawat hebat! Kita sambut tokoh sabar kita... Pak Sidik! Monggo Pak Sidik, tunjukkan pesonamu di depan Mbak Ervina!"
(Pak Sidik bernyanyi)
MC:
"Suaranya Pak Sidik ternyata bikin meriang ya, untung di rumah ada bu perawat yang siap sedia! Terima kasih Pak Sidik.
Selanjutnya, kita panggil pahlawan aspal kita. Pemegang rekor rute terjauh tanpa kesasar, kalau bawa mobil jalannya mulus, kalau bawa lagu bikin hati warga ikutan goyang. Ini dia sang driver handal kita... Pak Dadang! Monggo Pak Dadang, gas pol panggungnya!"
(Pak Dadang bernyanyi)
MC:
"Tarikannya kencang sekali Pak Dadang, kayak gak punya cicilan! Matur nuwun Pak Dadang.
Sekarang kita geser ke juragan fashion kita. Beliau ini yang paling paham masalah serat, corak, dan bahan pakaian sewarga RT 07. Kita panggil penguasa tekstil Tohudan Wetan, juragan kain kita... Pak Eko! Monggo Pak Eko, digoyang panggungnya!"
(Pak Eko bernyanyi)
MC:
"Wah, Pak Eko penampilannya necis sekali malam ini, maklum juragan kain! Tapi jangan mau kalah, penonton... setelah suaminya tampil, sekarang giliran sang permaisuri tekstil yang bergoyang. Kita panggil... Bu Eko! Monggo Bu Eko, tunjukkan kalau selera musiknya sekelas kain sutra!"
(Bu Eko bernyanyi)
MC:
"Matur nuwun Bu Eko! Wah, panggung langsung berasa jajaran butik mahal ini!
Nah, warga RT 07, sekarang kita panggil tokoh yang paling berjasa bikin motor warga glowing kinclong berkilau. Biar motornya bersih, dompetnya bersih, hatinya juga bersih. Kita sambut juragan cuci motor kita... Pak Iwan! Monggo Pak Iwan, semprot panggung ini dengan suara emasmu!"
(Pak Iwan bernyanyi)
MC:
"Matur nuwun Pak Iwan! Suaranya resik tanpa noda!
Selanjutnya, kita panggil salah satu pilar pemuda dan sesepuh gaul kita yang senyumnya selalu ramah berwibawa. Kita sambut kehadiran... Pak Eri! Monggo Pak Eri, wekdale dipunsumanggakaken, mangga digoyang kalih Mbak Enjel!"
(Pak Eri bernyanyi)
MC:
"Wah, Pak Eri jebul pinter joget nggih bapak-bapak! Matur nuwun Pak Eri.
Sabar, masih ada satu lagi tokoh karismatik kampung kita yang suaranya tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kita panggil pahlawan guyub rukun kita... Pak Joko! Monggo Pak Joko, panggung sepenuhnya milik jenengan!"
(Pak Joko bernyanyi)
MC:
"Jos tenan Pak Joko! Suaranya mantap mantep!
Nah, yang terakhir ini tidak kalah berat. Beliau ini pahlawan pembangunan, yang megang semen, bata, baja, dan tender-tender besar sewarga RT 07. Kita panggil sang pemborong proyek kita... Pak Andreas! Monggo Pak Andreas, bangun kemeriahan malam ini sampai puncaknya!"
(Pak Andreas bernyanyi)


PENGANTAR MC SEBELUM LAGU (INTERAKSI & GODAAN)
MC:
"Nah, penonton RT 07 semuanya! Sekarang kita masuk ke sesi duet maut yang paling dinanti. Lagu yang lagi viral di YouTube, judulnya 'Denok'!
Lagu ini kan liriknya romantis banget ya, liriknya bilang: 'Ora bakal cukup lautan mangsi, ngukir endah ayumu koyo widodari'. Kurang lebih artinya, tinta se-samudra pun gak bakal cukup buat melukis kecantikan si Denok!
Nah, malam ini si 'Denok'-nya Tohudan Wetan diwakili oleh yang semampai, Mbak Enjel! Dan yang bakal jadi cowok romantisnya... kita panggil kembali juragan madu murni kita, Pak Yanto! Pak Yanto, monggo pinarak maju panggung lagi!"
(Pak Yanto naik ke panggung bersanding dengan Mbak Enjel)
MC:
"Wah-wah, jan cocok banget iki! Mbak Enjel berdiri tegak semampai, Pak Yanto berdiri sambil senyum-senyum manis. Tapi sebentar Pak Yanto, sebelum musiknya intro, saya mau tanya...
Pak Yanto ini kan juragan madu. Madu itu kan manis banget. Kira-kira kalau malam ini Pak Yanto duet romantis sama Mbak Enjel, madunya Pak Yanto kalah manis gak sama senyumannya Mbak Enjel? Hahaha!"
Pak Yanto: (Biasanya menjawab sambil tertawa malu-malu)
MC:
"Lho, Pak Yanto ojo manthuk-manthuk riyin (jangan manggut-manggut dulu)! Tolong kamera sorot dulu ke arah tenda sebelah kiri... Di sana ada Bu Yanto yang matanya sudah mulai berkedip tajam memantau pergerakan omset madu malam ini! Hahaha!
Tenang Bu Yanto, ini cuma akting di panggung hiburan 17-an. Pak Yanto hatinya tetap murni sekental madu randu kok!
Mbak Enjel, sudah siap merayu Juragan Madu? Pak Yanto, mikrofonnya dipegang yang kencang, jangan sampai gemetar nggih! Yuk, CS Irama Nada Solo, kita mainkan musiknya... Denok, gasss pol!"

BANYOLAN MC DI TENGAH LAGU (SAAT MUSIK PEMBATAS / INTERLUDE)
(Di tengah-tengah lagu, saat instrumen musik bermain tanpa vokal)
MC:
"Asyeeiiik! Goyang terus Pak Yanto! Wah, jebul Pak Yanto kalau di depan Mbak Enjel lemes banget nggih jogete, lincah tenan!
Ayo penonton, tepuk tangannya mana buat Juragan Madu kita! Pak Yanto, lirik lagunya diresapi nggih, tapi ingat... pulang panggung dilarang minta nomor WhatsApp, bahaya... kuncinya rumah nanti bisa diganti sama Bu Yanto! Hahaha. Lanjut Mas Musik!"

BANYOLAN MC SETELAH LAGU SELESAI
MC:
"Luar biasa! Plok-plok-plok tepuk tangan yang meriah untuk duet fenomenal Pak Yanto dan Mbak Enjel!
Gimana Mbak Enjel? Suaranya Pak Yanto manis gak?"
Mbak Enjel: (Menjawab interaktif, misal: "Manis banget mas, semanis madunya!")
MC:
"Wah, dibilang manis tuh Pak Yanto! Tapi habis ini Pak Yanto kalau turun panggung jalannya agak memutar nggih, jangan lewat depan Bu Yanto dulu, cari aman, mampir ke angkringan dulu nggih! Hahaha.
Matur nuwun Pak Yanto, matur nuwun Mbak Enjel. Suaranya bener-bener bikin Malam Tirakatan RT 07 Tohudan Wetan makin gayeng dan ceria!"



PENGANTAR MC SEBELUM LAGU (GODAAN & STIMULUS SAWERAN)
MC:
"Nah, penonton RT 07 semuanya! Sekarang kita masuk ke sesi duet maut yang paling dinanti. Lagu yang lagi viral di YouTube, judulnya 'Denok'!
Lagu ini liriknya romantis banget. Tinta se-samudra pun gak bakal cukup buat melukis kecantikannya si Denok. Malam ini si 'Denok'-nya Tohudan Wetan diwakili oleh yang semampai, Mbak Enjel! Dan yang bakal jadi cowok romantisnya... kita panggil kembali juragan madu murni kita, Pak Yanto! Pak Yanto, monggo pinarak maju panggung lagi!"
(Pak Yanto naik ke panggung bersanding dengan Mbak Enjel)
MC:
"Wah-wah, jan cocok banget iki! Mbak Enjel berdiri tegak semampai, Pak Yanto berdiri sambil senyum-senyum manis. Tapi sebentar Pak Yanto... ini kan lagunya romantis banget, liriknya merayu. Biasanya kalau penyanyinya seromantis ini, dompetnya juragan madu otomatis langsung gatel pengen keluar isinya.
Gimana Pak Yanto? Sampun siap sawerannya nggih? Mbak Enjel sudah senyum-senyum nungguin cairan dana segar dari juragan nektar nih! Hahaha!"
Pak Yanto: (Biasanya tertawa sambil meraba kantong)
MC:
"Lho lho lho, Pak Yanto ngetokke dompet (mengeluarkan dompet) ojo grusa-grusu riyin! Tolong kamera sorot dulu ke arah tenda sebelah kiri... Di sana ada Bu Yanto yang sudah siap memantau pergerakan anggaran belanja rumah tangga malam ini!
Tenang Bu Yanto, ini demi memeriahkan 17-an. Uang sawerannya Pak Yanto malam ini sudah dapat sertifikasi halal dan izin edar dari Bu Yanto kan? Hahaha!
Yuk, CS Irama Nada Solo, kita mainkan musiknya... Denok, gasss pol!"

BANYOLAN MC DI TENGAH LAGU (SAAT MUSIK INTERLUDE / SESI SAWERAN)
(Di tengah-tengah lagu, saat instrumen musik bermain tanpa vokal, MC memandu aksi saweran)
MC:
"Asyeeiiik! Goyang terus Pak Yanto! Wah, lincah tenan juragan madu kita kalau di depan Mbak Enjel!
Ayo Pak Yanto, ini musiknya sudah jeda, saatnya juragan beraksi! Monggo dikeluarkan sawerannya... Wah-wah, merah-merah gaes! Mantap tenan! Ayo Mbak Enjel, ditampani sawerannya, makin disawer makin merdu suaranya!
Lho, sebentar... Pak Yanto niku nyawere satu lembar tapi kok matanya merem-merem wedi (takut) nggih? Hahaha! Noleh kiri dikit Pak, Bu Yanto ngguyu (tertawa) niku, aman... aman... Lanjut Mas Musik, gasss!"

BANYOLAN MC SETELAH LAGU SELESAI
MC:
"Luar biasa! Plok-plok-plok tepuk tangan yang meriah untuk duet fenomenal Pak Yanto dan Mbak Enjel!
Gimana Mbak Enjel? Sawerannya Pak Yanto semanis madunya gak?"
Mbak Enjel: (Menjawab interaktif, misal: "Manis dan gurih banget mas MC!")
MC:
"Wah, dibilang gurih tuh Pak Yanto! Tapi habis ini Pak Yanto kalau turun panggung jalannya agak memutar nggih, jangan lewat depan Bu Yanto dulu. Cari aman, mampir ke angkringan dulu nggih, takutnya dompetnya disita buat ganti uang saweran tadi! Hahaha.
Matur nuwun Pak Yanto yang dermawan, matur nuwun Mbak Enjel. Suaranya bener-bener bikin M
1. LAGU 1: KATRESNAN SEJATI (PENGANTAR DUET)
(Lagu romantis/campursari syahdu, biasanya dinyanyikan bareng Mbak Ervina yang Putih)
MC:
"Warga RT 07 semuanya, setelah tadi kita digoyang oleh saweran juragan madu, sekarang saatnya kita panggil pahlawan aspal kita. Beliau ini kalau megang setir, tikungan tajam langsung dilibas, rute terjauh mancep tanpa kesasar! Kita panggil kembali driver handal kebanggaan Tohudan Wetan, Pak Dadang!
Pak Dadang malam ini mau membawakan lagu 'Katresnan Sejati' (Cinta Sejati) bareng Mbak Ervina yang Putih. Wah, luar biasa! Pak Dadang, saya mau tanya... jenengan kan driver handal, biasanya kalau nyetir kan fokusnya ke depan melihat rambu-rambu jalan. Nah, malam ini kalau nyetirnya sambil melihat Mbak Ervina yang putih glowing begini, kira-kira fokusnya buyar mboten Pak? Hahaha!
Ingat nggih Pak Dadang, ini judulnya Katresnan Sejati. Cintanya harus sejati sama yang di rumah, kalau sama Mbak Ervina cukup di atas panggung saja, jangan sampai kebablasan kebablasen ikut rute luar kota! Yuk, CS Irama Nada Solo, kita mainkan... Katresnan Sejati, start mesinnya Pak Dadang!"

2. LAGU 2: KANDAS (GIMIK DI TENGAH ACARA)
(Lagu duet legendaris Evie Tamala & Imron Sadewo, penuh penghayatan, cocok dinyanyikan duet)
MC:
"Aduh-aduh, Katresnan Sejati-ne Pak Dadang tadi bikin bapak-bapak di tenda belakang langsung melow. Tapi tunggu dulu, Pak Dadang jangan turun dulu! Rute perjalanan kita malam ini masih panjang, bensin masih penuh!
Sekarang Pak Dadang mau duet lagu kedua, judulnya 'Kandas'! Wah, ini lagu kok ngeri-ngeri sedap buat seorang sopir. Pak Dadang, yang namanya driver itu paling takut kalau mobilnya kandas alias mogok atau kejeblos got. Tapi malam ini, yang kandas bukan mobilnya, melainkan hatinya karena cintanya ditolak!
Mbak Enjel, tolong dibantu Pak Dadang biar tidak terlalu dalam kandasnya. Penonton, kita lihat seberapa handal Pak Dadang mengendalikan perasaan yang sedang kandas ini. Musik... gass poll!"

3. LAGU 3: GALA-GALA (SESI SAWERAN & PUNCAK GOYANG)
(Lagu rancak Rhoma Irama, sangat cocok untuk ajakan bergoyang dan saweran)
MC:
"Luar biasa! Ternyata biar sering di jalanan, urusan vokal Pak Dadang ini gak kalah sama artis ibu kota! Tapi biar malam tirakatan RT 07 makin panas, kita kasih lagu pamungkas yang paling rancak... 'Gala-Gala'!
Nah, kalau lagu Gala-Gala ini kan ada liriknya: 'Kini ku telah kembali...' Wah, ini pas banget sama profesi Pak Dadang yang sering pulang pergi luar kota demi menafkahi keluarga.
Tapi sebentar Pak Dadang, biasanya driver handal itu kantong kanannya isinya uang bensin, kantong kirinya isinya uang tips. Berhubung lagunya asyik buat goyang, dompetnya jangan dikunci terus dong Pak! Ayo dikeluarkan tip jalannya malam ini buat disawer ke Mbak Ervina dan Mbak Enjel!
Warga RT 07, mari kita goyang bareng Gala-Gala, koplonya dikeluarkan Mas Musik, ndut... joss!"
(Saat lagu berjalan dan Pak Dadang nyawer)
MC:
"Wah-wah, beneran keluar uang solarnya gaes! Mantap tenan Pak Dadang! Goyangane luwes kayak nyalip truk tronton di tol! Tarreeeeek sis!"

4. SETELAH LAGU SELESAI (CLOSING BINTANG TAMU)
MC:
"Plok-plok-plok! Tepuk tangan yang meriah untuk Pak Dadang! Sopir handal, penyanyi handal, nyawernya juga handal tanpa rem!
Matur nuwun Pak Dadang, silakan kembali ke tempat duduk, jangan lupa minum air putih yang banyak biar besok pagi nariknya gak kesiangan nggih! Hahaha."


1. PAK IWAN (Juragan Cuci Motor) – Lagu: "Lali Janjine"
(Langu campursari ciptaan Sonny Josz, berkisah tentang seseorang yang ingkar janji. Sangat pas digoda dengan usaha cuci motornya).
MC:
"Bapak-Ibu warga RT 07, setelah panggung kita digas pol sama Pak Dadang, sekarang kita panggil tokoh yang paling berjasa bikin tunggangan kita glowing. Beliau ini pahlawan anti-debu, juragan cuci motor kilat kebanggaan kampung kita... Pak Iwan! Monggo Pak Iwan, pinarak munggah panggung!
Malam hari ini, Pak Iwan mau membawakan lagu campursari legendaris yang judulnya 'Lali Janjine' (Lupa Janjinya). Wah, ini lagu kok agak pas nggih? Biasanya kalau pelanggan cuci motor antrenya panjang, terus Pak Iwan bilang: 'Mas, janjine satu jam selesai nggih.' Eh ternyata ditinggal wedangan, tiga jam belum kelar. Itu namanya Lali Janjine atau emang motornya yang terlalu kotor, Pak? Hahaha!
Tapi malam ini jangan sampai lupa janji nggih, Pak Iwan. Janjinya malam ini mau menghibur warga dan duet bareng Mbak Ervina yang Putih. Mbak Ervina, tolong dipandu Pak Iwan-nya biar gak lupa lirik. Dan buat Pak Iwan, dompetnya jangan dicuci nggih, isinya dikeluarkan dikit buat saweran segar malam ini!
Yuk, CS Irama Nada Solo, semprot panggung ini dengan musik... Lali Janjine, gasss!"
(Di tengah lagu / Sesi Saweran)
MC:
"Asyeeeik! Wah, Pak Iwan goyangane mantap tenan! Tangannya lincah kayak lagi nyemprot kompresor! Ayo Pak, disemprot juga sawerannya ke Mbak Ervina! Merah-merah gaes, kinclong tenan kaya habis di-protex motornya! Tarreeek Mas Musik!"

2. PAK ANDREAS (Pemborong Proyek) – Lagu: "Pertemuan"
(Lagu dangdut legendaris Rhoma Irama & Noer Halimah, bertema romantis tentang pertemuan yang dinantikan. Dikaitkan dengan urusan tender dan proyek).
MC:
"Matur nuwun Pak Iwan! Motor kinclong, suaranya ya melengking kinclong!
Nah, penonton warga Tohudan Wetan, bintang tamu lokal kita yang terakhir ini bobotnya paling berat. Beliau ini pahlawan pembangunan, penguasa semen, bata, baja, dan pemenang tender-tender besar. Kita sambut sang pemborong proyek kita... Pak Andreas! Monggo Pak Andreas, wekdale dipunsumanggakaken!
Pak Andreas malam ini mau berduet membawakan lagu 'Pertemuan' bareng Mbak Enjel yang Semampai. Wah, judul lagunya syahdu banget: Pertemuan. Biasanya kalau Pak Andreas dapet proyek, pertemuan yang paling ditunggu itu kan pertemuan sama klien pas tanda tangan kontrak atau pas cair termin 100% nggih, Pak? Hahaha!
Tapi malam ini, pertemuannya jauh lebih indah, karena langsung tatap muka dan duet romantis sama Mbak Enjel yang tinggi semampai. Pak Andreas, berhubung ini lagu proyeksi masa depan yang indah, pondasi panggungnya tolong diperkuat dengan kekuatan saweran yang kokoh nggih! Jangan sampai kalah sama juragan-juragan sebelumnya.
Mari CS Irama Nada Solo, kita bangun suasana romantis malam ini... Pertemuan, gasss pol!"
(Di tengah lagu / Sesi Saweran)
MC:
"Hooiiyaaa! Pak Andreas karismanya luar biasa! Berdiri tegak lurus kayak tiang pancang beton! Ayo Pak, borong semua lagu malam ini, disawer sekalian Mbak Enjel-nya biar proyek hiburan 17-an kita malam ini sukses total! Jos tenan!"

SETELAH LAGU SELESAI (PENGANTAR KE MENUJU PENUTUP)
MC:
"Luar biasa! Plok-plok-plok tepuk tangan yang paling meriah untuk Pak Iwan dan Pak Andreas! Ternyata warga RT 07 Tohudan Wetan ini bener-bener multitalenta. Dari juragan kos, juragan madu, driver, juragan kain, cuci motor, sampai pemborong proyek, semuanya jago nyanyi dan jago nyawer!"
PENGANTAR MC SEBELUM LAGU (INTERAKSI & GIMIK DERMAGA CINTA)
MC:
"Bapak-Ibu warga RT 07 yang berbahagia, setelah tadi kita membahas masalah setir mobil, cucian motor, sampai tender proyek, sekarang saatnya kita melayarkan kapal perasaan kita ke samudera asmara!
Kita mainkan satu lagu duet yang syahdu dan romantisnya gak ada obat, judulnya 'Bahtera Cinta'!
Lagu ini kan liriknya dalam banget nggih: 'Bukan lautan namanya, jika airnya tidak bergelombang... Bukan cinta namanya, jika perasaan tidak merindu...' Aduhh, jan ngeri tenan lirikipun!
Nah, malam ini siapa yang mau jadi nakhoda kapal Bahtera Cinta ini? Wah, ini lagunya sangat cocok diduetkan oleh Mbak Ervina yang Putih dan Mbak Enjel yang Semampai bersama para bapak-bapak juragan kita yang siap mengarungi badai kehidupan!
Pak RT atau perwakilan juragan, monggo nakhodanya siap-siap megang mikrofon! Tapi ingat nggih, biar kapalnya gak oleng di tengah jalan, jatah solar kapal alias uang saweran di kantong harus disiapkan dulu. Kalau gelombangnya makin tinggi, sawerannya harus makin tebal biar kapalnya selamat sampai dermaga! Hahaha!
Yuk, CS Irama Nada Solo, naikkan jangkar, bentangkan layar... Kita dayung Bahtera Cinta, gasss polll!"

BANYOLAN MC DI TENGAH LAGU (SAAT MUSIK INTERLUDE / SESI SAWERAN)
(Di tengah-tengah lagu, saat instrumen suling atau melodi piano berbunyi sebelum masuk reff)
MC:
"Hooiiyaaa! Tarreeek sis! Lah niki, goyangan nakhoda kita tenang tapi pasti, kaya kapal pesiar mewah!
Ayo penonton, niki gelombang asmaranya makin tinggi! Monggo bapak-bapak juragan, disemprot lagi sawerannya biar badainya reda! Wah, merah-merah melayang gaes! Bahtera Cintanya langsung dapet suntikan dana segar dari dermaga Tohudan Wetan! Jan jos tenan warga RT 07!"

BANYOLAN MC SETELAH LAGU SELESAI
MC:
"Plok-plok-plok! Tepuk tangan yang meriah untuk nakhoda-nakhoda cinta kita malam hari ini! Luar biasa, kapalnya berhasil mendarat dengan selamat, aman dari amukan badai, dan yang paling penting... kantong penyanyinya penuh berkah saweran! Hahaha.
Matur nuwun sanget untuk CS Irama Nada Solo yang musiknya bener-bener bikin merinding syahdu!"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "mc guyon maton campur sari"

Posting Komentar