mc 17 san rt 7 tohudan
PAK DADANG
MC:
"Masih dalam suasana membara memperingati Hari Ulang Tahun Republik
Indonesia, malam ini kita berkumpul dengan satu rasa: bangga menjadi bangsa
Indonesia! Dan berbicara soal perjuangan, pahlawan itu tidak hanya mereka yang
ada di sejarah, warga sekalian. Di tengah-tengah kita, ada pahlawan-pahlawan
masa kini yang berjuang tanpa lelah demi keluarga dan sesama."
"Malam ini, secara khusus, mari kita beri tepuk tangan yang paling meriah
dan gemuruh untuk salah satu sosok kebanggaan warga Tohudan Wetan... Pak
Dadang! Driver andal, sopir tangguh kesayangan kita semua!"
"Pak Dadang, merdeka, Pak! Luar biasa sekali dedikasi Anda. Di saat orang
lain beristirahat, roda armada Pak Dadang tetap berputar menembus jalanan.
Menghantarkan penumpang dengan selamat, memastikan amanah sampai tujuan tanpa
kurang satu apa pun. Itu adalah wujud nyata dari kerja keras dan perjuangan
mengisi kemerdekaan!"
"Untuk Pak Dadang yang malam ini hadir di tengah-tengah warga RT 07: Tetap semangat, Pak! Jangan pernah lelah. Setiap aspal yang Anda lalui, setiap peluh yang menetes, adalah bukti perjuangan seorang lelaki sejati demi masa depan keluarga tercinta. Tetap fokus, utamakan keselamatan, dan selalu awali perjalanan dengan doa."
"Kami semua warga Tohudan Wetan bangga punya driver andal, sabar, dan berdedikasi seperti Pak Dadang. Semoga Gusti Allah selalu melindungi setiap jengkal perjalanan Anda, memberikan kesehatan yang prima, dan rezeki yang berkah melimpah ruah!"
"Nah, warga RT 07 RW 04 semuanya! Kita semua tahu kalau Pak Dadang ini bukan sembarang sopir. Beliau ini spesialis jalur Jawa Timuran! Wah, jalur neraka itu, jalur banter! Semboyannya Pak Dadang kalau di jalan pasti: 'Ojo dumeh, sing penting gas pol, rem blong belakangan!' Eh, jangan ding, ya remnya harus pakem biar selamat! Hahaha."
MC:
"Luar biasanya lagi, kalau biasanya tangan kanan memegang setir dan tangan
kiri memegang persneling sambil goyang-goyang meliuk di jalur Ngawi-Surabaya,
malam ini tangan kanan Pak Dadang bakal memegang mikrofon! Siap menggetarkan
panggung Tohudan Wetan!"
[MC: Nada menggoda/bercanda, memanggil penyanyi Angel]
MC:
"Tapi tenang, Pak Dadang tidak sendirian di atas panggung. Supaya jalur
Jawa Timuran-nya makin mulus, tidak oleng, dan tidak ngantuk, malam ini kita
hadirkan 'navigator' khusus yang siap mendampingi di sebelah kiri. Kita
panggilkan penyanyi cantik kita... Mbak Angel!"
MC:
"Wah, kalau didampingi Mbak Angel begini, jalurnya dijamin bebas hambatan,
Pak Dadang! Lagu yang mau dibawa ini judulnya 'Gala-Gala'. Waduh, ini
pas banget! Biasanya kalau di tol Trans-Jawa galau mikirin solar dan setoran,
malam ini galaunya diganti jadi lagu duet yang syahdu dan romantis bersama Mbak
Angel."
MC:
"Mari kita sambut dengan tepuk tangan yang paling meriah, pahlawan aspal
jalur Jawa Timuran kita bersama bidadari panggung kita! Ini dia Pak Dadang
dan Mbak Angel, yang akan mendendangkan lagu... 'Gala-Gala'! Monggo
Pak Dadang, Mbak Angel, jalurnya sudah clear, hijau semua, silakan langsung
blong kanan naik ke panggung!"
===================================================
PAK YANTO
"Nah, warga Tohudan Wetan semuanya, panggung hiburan 17-an kita malam ini
rasanya belum lengkap kalau belum ada yang bikin suasana makin manis. Setelah
kita diajak berkelana di jalanan bersama Pak Dadang, sekarang saatnya kita
datangkan sosok yang usahanya paling manis dan paling bikin sehat
sekampung!"
"Siapa lagi kalau bukan tokoh kebanggaan kita, Pak
Suyanto Juragan Madu! Tepuk tangan yang meriah untuk Pak Suyanto!"
"Wah, Pak Suyanto ini luar biasa, warga sekalian. Dagangannya madu asli, yang mengonsumsi dijamin sehat, kuat, dan penuh stamina. Tapi ingat ya bapak-bapak, madunya Pak Suyanto ini madu tawon yang menyehatkan, bukan 'madu' yang bikin ibu-ibu di rumah cemberut! Hahaha."
MC:
"Malam ini, di sela-sela kesibukannya mengurus bisnis madu yang luar
biasa, Pak Suyanto sudah siap mengocok perut dan menghibur kita semua dengan
suara emasnya. Kira-kira lagu apa yang mau dibawakan ini, Pak? Apakah lagu yang
semanis madunya, atau lagu yang bikin kita semua ikut bergoyang?"
MC:
"Tanpa berlama-lama lagi, mari kita hadirkan ke atas panggung,! Kita
sambut dengan tepuk tangan paling gemuruh... Pak Suyanto Juragan Madu!
Monggo, Pak, waktu dan panggung sepenuhnya kami persilakan!"
"Luar biasa! Tepuk tangan yang meriah sekali lagi warga RT 07 RW 04 untuk penampilan duet maut Pak Dadang pahlawan jalur Jawa Timuran dan Mbak Angel! Wah, kalau sopirnya disemangati Mbak Angel begini, jalurnya dijamin anti-ngantuk dan lancar jaya ya warga Tohudan Wetan! Hahaha."
MC:
"Nah, warga Tohudan Wetan semuanya, panggung hiburan 17-an kita malam ini
rasanya belum lengkap kalau belum ada yang bikin suasana makin manis. Setelah
kita diajak berkelana di jalanan bersama Pak Dadang, sekarang saatnya kita
datangkan sosok yang usahanya paling manis dan paling bikin sehat
sekampung!"
[MC: Mulai melempar guyonan tentang Pak Suyanto]
MC:
"Siapa lagi kalau bukan tokoh kebanggaan kita, Pak Suyanto Juragan Madu!
Tepuk tangan yang meriah untuk Pak Suyanto!"
"Wah, Pak Suyanto ini luar biasa, warga sekalian. Dagangannya madu asli,
yang mengonsumsi dijamin sehat, kuat, dan penuh stamina. Tapi ingat ya
bapak-bapak, madunya Pak Suyanto ini madu tawon yang menyehatkan, bukan 'madu'
yang bikin ibu-ibu di rumah cemberut! Hahaha."
"Malam ini, Pak Suyanto tidak sendirian. Biar madunya makin legit, beliau bakal didampingi oleh biduan cantik kita, Mbak Ervina! Waduh, Juragan Madu kalau ketemu Mbak Ervina di atas panggung, penonton yang melihat dijamin langsung ikut diabetes karena saking manisnya!"
"Spesial untuk seluruh warga RT 07 RW 04 Tohudan, duet maut Pak Suyanto dan Mbak Ervina malam ini akan mempersembahkan sebuah lagu campursari yang legendaris, yang judulnya... 'Denok'!"
"Wah, pas banget ini! Kita lihat bersama, apakah 'Denok' yang dicari Pak Suyanto malam ini sewangi dan semanis madu dagangannya!"
"Tanpa berlama-lama lagi, mari kita sambut dengan tepuk tangan paling gemuruh untuk pasangan duet kita berikutnya... Pak Suyanto Juragan Madu dan Mbak Ervina! Monggo, waktu dan panggung sepenuhnya dipersilakan!"
"Wadhuh-wadhuh, jan... jan... jan! Luar biasa sekali penampilan dari Pak Suyanto Juragan Madu dan Mbak Ervina! Memang bener-bener manis bin legit ya warga RT 07 RW 04 Tohudan! Tepuk tangan yang meriah sekali lagi untuk mereka berdua!"
=============================================================
PAK IWAN
"Nah Setelah tadi kita dibuat manis oleh Juragan Madu, sekarang saatnya
kita buat panggung 17-an kita malam ini menjadi makin kinclong dan bersih
bersinar!"
"Kita panggilkan pengusaha andalan kita semua... ini dia Pak Iwan Juragan Cuci Motor! Mana tepuk tangannya yang paling meriah untuk Pak Iwan!"
"Tapi ingat ya Pak Iwan, malam ini yang dicuci jangan motornya pelanggan, tapi tenggorokannya dulu yang dibilas biar suaranya makin melengking! Hahaha."
"Spesial malam hari ini, biar mencucinya makin bersemangat dan tidak kesepian, Pak Iwan sudah memesan 'asisten' khusus untuk mendampingi di atas panggung. Siapa lagi kalau bukan biduan cantik kita, Mbak Selvi!"
"Nah, Pak Iwan dan Mbak Selvi malam ini mau membawakan lagu campursari
yang sangat populer, judulnya 'Lali Janjine' (Lupa Janjinya). Waduh,
lagu ini kok pas banget ya? Jangan sampai Pak Iwan sibuk nyanyi duet sama Mbak
Selvi, terus besok malah lali janjine sama pelanggan yang motornya belum
selesai dicuci ya! Hahaha."
"Warga Tohudan Wetan RT 07 RW 04 semuanya, mari kita goyang bersama lagi! Kita sambut dengan tepuk tangan yang paling gemuruh, pasangan duet kinclong kita... Pak Iwan Juragan Cuci Motor dan Mbak Selvi! Monggo, panggung sepenuhnya dipersilakan!"
"Jan... mantap luar biasa! Tepuk tangan yang gemuruh sekali lagi untuk Pak Iwan Juragan Cuci Motor dan Mbak Selvi! Suaranya bener-bener kinclong tanpa noda ya warga RT 07 RW 04 Tohudan! Hahaha."
"Nah, warga Tohudan Wetan sekalian! Dari tadi panggung kita sudah kedatangan pahlawan jalanan, juragan madu yang manis, sampai juragan cuci motor yang bikin kinclong. Sekarang, saatnya kita panggil sosok yang paling dicari dan paling dihormati, terutama setiap awal bulan!"
===============================================================
[MC: Melempar guyonan tentang usaha kost Pak Teguh]
"Siapa lagi kalau bukan juragan kos ... Kita panggil dengan tepuk tangan yang paling meriah... Pak Teguh Juragan Kost!"
"Wah, Pak Teguh ini luar biasa. Kamar kostnya selalu penuh, fasilitasnya lengkap, dan bapak kostnya ramah lingkungan. "Biar suasana di dalam panggung kita malam ini makin hangat, Pak Teguh sudah kedatangan 'penghuni kost baru' yang sangat cantik jelita. Mari kita sambut biduan andalan kita, Mbak Safitri!"
"Spesial malam hari ini, Pak Teguh dan Mbak Safitri akan membawakan sebuah lagu campursari yang romantisnya tembus sampai ke langit, judulnya 'Lintang Asmoro'!"
"Waduh, Lintang Asmoro... bintang asmara. Ini lagu tentang janji suci berlatar belakang indahnya bintang-bintang di langit. Kita lihat malam ini, apakah Pak Teguh bisa merayu Mbak Safitri lewat lagu romantis ini, atau malah Mbak Safitri yang sukses bikin Pak Teguh lupa mendata tagihan kost bulan depan! Hahaha."
"Warga Tohudan Wetan RT 07 RW 04 semuanya, mari kita siapkan tangan untuk melambai dan bergoyang romantis! Kita sambut dengan tepuk tangan paling riuh... Pak Teguh Juragan Kost dan Mbak Safitri! Monggo, panggung sepenuhnya dipersilakan!"
==================================================
PAK SIDIK
"Mari kita panggil dengan tepuk tangan yang paling gemuruh... ini dia Pak Sidik! Iya, betul warga sekalian, beliau ini suaminya Ibu Perawat RS.
"Wah, Pak Sidik ini luar biasa jalannya tegap sekali. Punya istri seorang perawat itu enaknya luar biasa,. Kalau tensi darah naik, langsung ditensi. Kalau pusing sedikit, langsung dirawat. Tapi dengar-dengar ya Pak Sidik, kalau malam ini suaranya agak serak atau sumbang, kira-kira nanti pulang ke rumah langsung disuntik tidak ya? Hahaha."
"Malam hari ini, di panggung Tohudan Wetan, Pak Sidik mau membawakan sebuah lagu legendaris yang sangat mendalam maknanya, judulnya 'Kerinduan'."
"Waduh, lagu Kerinduan! Ini lagu tentang rasa kangen yang luar biasa. Pertanyaannya, Pak Sidik ini menyanyikan lagu kerinduan untuk siapa ya? Kan Bu Perawat malam ini ada di tengah-tengah kita ikut nonton? Oh, mungkin ini wujud rasa kangen Pak Sidik saat sang istri lagi dinas malam di rumah sakit ya warga! Luar biasa romantisnya!"
"Warga Tohudan Wetan RT 07 RW 04 semuanya, mari kita nikmati bersama
lantunan suara syahdu yang penuh dengan perasaan dari tokoh warga kita. Kita
sambut dengan tepuk tangan paling riuh... Pak Sidik! Monggo, Pak Sidik,
panggung dan waktu sepenuhnya dipersilakan!"
"Jan... syahdu luar biasa! Tepuk tangan yang paling meriah sekali lagi untuk Pak Sidik! Suaranya bener-bener penuh penghayatan, sedalam rasa rindunya kepada Ibu Perawat ya warga RT 07 RW 04 Tohudan! Hahaha."
"Nah, warga Tohudan Wetan sekalian! Setelah kita dibuat terharu dan rindu oleh Pak Sidik, sekarang saatnya kita buat suasana panggung kemerdekaan malam ini menjadi hangat, gurih, dan menggugah selera!"
PAK GIMAN
"Mari kita panggil sosok pengusaha kuliner andalan kita semua, juragan
seafood yang menunya paling dicari kalau perut lagi keroncongan... Ini dia Pak
Giman Juragan Udang Bakar! Mana tepuk tangannya yang paling meriah!"
"Wah, Pak Giman ini kalau sudah mengipasi udang bakar di warung, aromanya bisa bikin tetangga sebelah auto lapar, warga sekalian. Udangnya besar-besar, bumbunya meresap sampai ke dalam! Tapi ingat ya Pak Giman, malam ini tugasnya bukan membakar udang, melainkan membakar semangat warga RT 07 RW 04 lewat suara emas panjenengan!"
"Kabarnya malam ini Pak Giman juga sudah siap meluncurkan performa
terbaiknya agar panggung 17-an di Tohudan Wetan semakin membara sesedap menu
udang bakarnya."
"Warga Tohudan Wetan semuanya, mari kita siapkan tepuk tangan yang paling
gemuruh untuk menyambut pahlawan kuliner kita! Kita panggil... Pak Giman Juragan
Udang Bakar! Monggo Pak Giman, panggung sepenuhnya dipersilakan!"
MC:
"Wadhuh-wadhuh, jan... gurih dan mantap luar biasa! Tepuk tangan yang
paling meriah sekali lagi untuk Pak Giman Juragan Udang Bakar! Penampilannya
bener-bener bikin suasana malam ini makin hangat sesedap udang bakarnya ya
warga RT 07 RW 04 Tohudan! Hahaha."
=======================================================
Pak rt
"Nah, warga Tohudan Wetan sekalian! Setelah dari tadi kita dihibur oleh para juragan hebat, sekarang saatnya kita panggil sosok yang paling penting di wilayah kita. Beliau ini tidak hanya memimpin kita semua dengan sabar, tapi juga seorang intelektual sejati, seorang tukang insinyur!"
"Mari kita sambut dengan hormat dan tepuk tangan yang paling gemuruh... Pemimpin kita tercinta, Pak Rico, Pak RT kita sekaligus Tukang Insinyur! Hidup Pak RT!"
"Wah, Pak Rico ini luar biasa sekali, warga sekalian. Kalau siang hari beliau sibuk merancang bangunan dan proyek-proyek besar sebagai insinyur, kalau malam hari beliau sibuk merancang kerukunan warga di RT 07 ini. Tapi dengar-dengar ya Pak RT, kalau biasanya panjenengan menghitung rumus bangunan yang kokoh biar tidak roboh, malam ini rumusnya diganti pakai ketukan kendang campursari ya! Hahaha."
"Spesial malam hari ini, Pak RT Rico akan membawakan sebuah lagu yang sangat mendalam dan penuh penghayatan, judulnya 'Andai Tak Berpisah'."
"Waduh, Andai Tak Berpisah... Ini lagu melow dan romantis sekali, warga. Judulnya kok pas banget ya? Ini pasti ungkapan hati Pak RT untuk warga RT 07 RW 04 semuanya, bahwa dalam momen kemerdekaan ini kita harus terus bersatu, rukun, kompak, dan andai tak berpisah selamanya dalam ikatan silaturahmi! Luar biasa sekali filosofi dari Pak RT kita ini!"
"Warga Tohudan Wetan semuanya, mari kita siapkan tepuk tangan yang paling gemuruh untuk menyambut pahlawan pembangunan sekaligus pemimpin wilayah kita! Kita sambut... Pak Rico! Monggo Pak RT, panggung sepenuhnya dipersilakan!"
PAK HUDA
"Wah, Pak Huda, selamat malam, Pak! Warga sekalian, kalau sehari-hari Pak Huda ini sibuk memeriksa SPT, menghitung target penerimaan negara, dan mengingatkan kita semua untuk taat pajak demi pembangunan bangsa. Tapi tenang, warga RT 07, malam ini Pak Huda datang bukan mau menagih pajak jualan udang bakar atau kontrakan kost ya! Hahaha."
"Malam hari ini, Pak Huda mau membebaskan diri sejenak dari rumus-rumus angka perpajakan. Biar penampilannya makin cair, tidak tegang, dan makin bersemangat, beliau tidak sendirian. Kita hadirkan pendamping duetnya yang luar biasa cantik nan anggun, mari kita panggil... Mbak Difaria Indra!"
"Wah, duet maut ini! Pak Huda bersama Mbak Difaria Indra malam ini siap membawakan lagu campursari yang sedang sangat hits dan puitis banget, judulnya 'Puspita Nala'!"
"Waduh, Puspita Nala... Bunga Hati atau Kembang Jiwa. Luar biasa sekali! Kalau di kantor Pak Huda fokusnya menarik pajak untuk kas negara, malam ini di panggung Tohudan Wetan fokusnya murni menarik perhatian dan menghibur puspita nala-nya, alias sang belahan jiwa dibantu oleh Mbak Difaria Indra! Dijamin penampilan mereka berdua bebas dari denda pajak ya warga! Hahaha."
MC:
"Warga Tohudan Wetan semuanya, mari kita siapkan senyuman terbaik kita.
Kita sambut penampilan duet penuh pesona... Pak Huda dan Mbak Difaria Indra!
Monggo, waktu dan panggung sepenuhnya dipersilakan!"
0 Response to "mc 17 san rt 7 tohudan"
Posting Komentar